Investasi: Bukan Masalah Berapa..Tapi Gimana!


Alhamdulillah.. Minggu ini saya berkesempatan untuk mengunjungi wilayah timur Indonesia di Sumbawa untuk membantu sebuah perusahaan swasta yang sedang melakukan efisiensi pegawai.
Teman, pernahkah terpikir sudah siapkah kita apabila saat ini harus kehilangan pekerjaan yang selama ini kita andalkan sebagai satu2nya sumber pendapatan penopang ekonomi keluarga? Untuk mereka yang sudah memiliki Backup Plan mungkin akan lebih bisa menerima dan punya persiapan. Tetapi untuk mereka yang tidak siap bahkan selama ini menghabiskan gaji mereka mayoritas untuk membayar hutang saja pasti PHK akan terasa sangat berat.

Salah satu pegawai HRD yang mengetahui proses bagaimana pihaknya harus mengabarkan berita ini secara pribadi langsung kepada rekan kerjanya secara personal bahkan mengatakan proses ini seperti proses peniupan sangsakala kematian dimana akan ada malaikat maut yang menjemput mereka yang ter PHK satu demi satu! Waduuhh!!

Mereka yang sudah siap dengan keputusan ini ada juga yang merasa senang karena mereka akan menerima pesangon yang cukup besar. Golongan ini pun biasanya cukup bersemangat untuk melakukan konsultasi dengan kami untuk sekadar bertanya apakah rencana mereka sudah cukup tepat dalam mengalokasikan dana pesangon tadi.

Golongan lainnya apakah mereka yang memasang muka ditekuk dan tak banyak bicara. Oya, perusahaan ini sangat amat concern dengan karyawan-karyawan ter PHK ini sampai-sampai selain kami sebagai konsultan keuangan mereka pun mengundang konsultan labor supplier untuk menerima CV mereka, dan juga seorang psikolog. Merupakan hal yang cukup berat bagi kami para konsultan keuangan untuk bisa tetap memberikan pandangan positif terhadap masa depan mereka. Rata-rata golongan wajah masam ini menolak untuk berkonsultasi dengan kami. Setelah dilihat pihak HRD, rata-rata mereka yang tidak mau berkonsultasi itu masih memiliki hutang yang selama ini dibayar dengan gaji mereka. Padahal kami disini ingin berusaha memberikan solusi kepada mereka bagaimana jalan paling baik yang bisa dilakukan dengan uang pesangon mereka. Pesangon mereka cukup besar bahkan ada yang mencapai angka miliar.

Ada satu hal yang menarik bahwa disini saya bisa membuktikan bahwa banyaknya aset atau kekayaan yang kita miliki itu tidak bergantung dengan berapa besar gaji kita. Bahwa bukan berarti gaji besar bisa nabung dan gaji kecil sulit menabung. Ada 2 kasus yang bisa kita bandingkan dari hasil konsultasi saya disini.

Bapak E, 38 tahun, posisi dia disini sebagai staf dengan gaji 12 juta per bln. Bapak M, 48 thn, senior manajer dg gaji 45 juta per bulan. Secara rasional kita tentu akan mengatakan bahwa Bapak M pasti lebih kaya daripada Bapak E. Ternyata mengukur kekayaan tidak dapat dilakukan dengan melihat besarnya pendapatan. Kalau kita masih melihat besarnya pendapatan maka seumur hidup kita tidak akan berhenti bekerja untuk uang!

Kembali pada kedua bapak, setelah ditelusuri ternyata Bapak E memiliki aset yang luar biasa. Setiap bulan ia masih bisa memiliki sisa tabungan yang cukup besar. Beberapa hektar tanah plus jati siap panen, tanah yang dijadikan peternakan sapi dan kuda, tanah sawah, dua buah rumah dan kendaraan yang disewa-sewakan. Semuanya produktif! Beliau pun kaget saat menelusurin nilai asetnya ternyata telah bernilai 2,6 miliar. Bapak M dg gaji 45 juta memiliki gaya hidup manajer yang dirasa harus dimiliki. Main golf di Bali menjadi hobi rutin. Anaknya kuliah di luar kota dan kebutuhan tempat tinggal dan mobil untuk anak sudah dia penuhi. Dengan gaji yang besar sebetulnya setiap bulan dia bisa menabung sebesar 15juta tetapi dia tidak pernah melihat uang tersebut ada dalam portfolio asetnya. Setelah dihitung total aset yang dimiliki nilainya 1,8 miliar tetapi semua masih dalam bentuk aset yang tidak produktif.

Pada kasus kedua bapak ini apakah kita masih akan mengatakan bahwa Bapak M lebih kaya sari Bapak E? Kira-kira siapa yang akan lebih siap menghadapi masa pensiun? Pasti Bapak E. So, besar kecil gaji seseorang tidak akan menjamin bahwa yang bergaji lebih besar pasti lebih kaya dari yang gajinya lebih kecil! Kekayaan seseorang itu diukur dari besarnya harta atau aset bersih yang dimiliki dikurangi besarnya hutang. Dan aset terbaik adalah ketika ia mampu bekerja untuk kita dan memberikan kita tambahan pendapatan secara rutin tanpa kita harus bekerja mengeluarkan energi yang terlalu besar. Itulah yang dinamakan pasive income!

So it is not a matter of how much you earn, but how much you can save and make the money works for you. For all this, you need to have a financial literacy, you need to be more than what you are right now! Kalau kita sudah merasa berpuas diri maka hanya inilah yang akan didapatkan.. seperti saat ini. Apabila kita tidak melakukan perubahan atau menambah value untuk diri kita, maka ngga usah heran kalau kita merasa kenapa kita sudah bekerja begitu lama tetapi keuangan gini-gini aja…

Get yourself financially educated! Have fund!

pf button both Investasi: Bukan Masalah Berapa..Tapi Gimana!
share save 171 16 Investasi: Bukan Masalah Berapa..Tapi Gimana!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>